Motivasi persembahan diri ditujukan kepada keadaan hati orang yang mempersembahkan diri. Untuk memiliki persembahan diri yang baik, kita bukan hanya perlu nampak dasarnya, tetapi juga perlu memiliki motivasi.
Walaupun seseorang telah nampak dasar persembahan diri adalah telah dibeli dan ditebus oleh Allah, namun pengenalan ini mungkin tidak cukup untuk menjamah perasakannya, menggerakkan hatinya, dan menyebabkan dia mempersembahkan dirinya secara sukarela kepada Allah.
Jika barang-barang yang dibeli Allah adalah benda-benda mati, seperti kursi atau kain, Allah dapat dengan segera menggunakan barang-barang itu sesuai dengan kehendakNya. Tetapi apa yang ditebus Allah hari ini adalah persona-persona yang hidup, masing-masing memiliki pikiran, kesenangan, dan kehendak.
Walaupun Allah ingin memiliki kita, kita mungkin tidak begitu senang membiarkan Dia memiliki kita. Maskipun Allah mempunyai hak dan dasar yang sah untuk memiliki kita, kita mungkin tidak ingin Dia melakukannya.

