Translate

Thursday, 6 June 2013

KEMERDEKAAN YANG SEJATI



ROMA 8 : 2  Hukum Roh yang memberi hidup telah memerdekakan aku dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

HAL YANG PENTING untuk menemukan sesuatu di dalam kita yang telah diberikan ALLAH kepada kita. Hukum Roh yang memberi hidup telah memerdekakan aku dalam Kristus. Kata telah merupakan bentuk lampau sesuatu yang telah dikerjakan. 

Hukum Roh yang memberi hidup telah memerdekakan aku, bukan akan memerdekakan aku, atau segera memerdekakan aku, atau dapat memerdekakan aku atau bermaksud memerdekakan aku, tetapi telah memerdekakan aku dari hukum dosa dan hukum maut

Mengapa banyak orang telah menjadi Kristen tetapi masih hidup di bawah hukum dosa dan hukum maut? Kita harus tahu bahwa Roh yang memberi hidup itu juga sama dengan hukum Roh Hayat Kristus yang juga menjadi hukum dalam kehidupan orang beriman.

Bila Roh Hayat Kristus juga telah menjadi hukum dalam hidup kita maka kita tidak lagi di bawah kuasa hukum dosa dan hukum maut. Jika aku ada di dalam TUHAN, maka Tuhan akan mempergunakan satu hukum yang lain yaitu Hukum Roh yang memberi hidup yang sanggup memerdekakan aku dari hukum dosa dan hukum maut. Hukum dosa itu masih ada, tetapi aku tidak hidup dibawah kuasanya, aku hidup dalam hukum yang baru.

 

Hukum yang baru dan hukum baru yang membuat hukum dosa dan hukum maut seolah-olah tidak ada eksistensi lagi bagi kita. Hukum dosa dan hukum maut tidaklah di lenyapkan tetapi seolah-olah tidak ada lagi. Jika orang masih terus memberontak tidak puas bahkan tetap berbuat dosa, tidak setia, tidak taat, tidak takut akan ALLAH, tidak punya tanggungjawab, tidak berkewajiban bukan ia tidak mengerti, melainkan hukum dosa dan hukum mautlah yang masih berkuasa dalam dirinya, sehingga apa yang dikerjakan adalah sesuatu yang sebenarnya yang masih berkuasa atas hidupnya yaitu hukum dosa dan hukum maut.

Karena itulah Tuhan dalam perumpamaan tentang Kerajaan Surga dalam Matius 13:1-23. Kerajaan Surga seumpama seorang penabur yang keluar untuk menaburkan benih.
Dalam pekerjaan pendahuluan–Nya untuk mendirikan Kerajaan ALLAH di bumi. Yesus datang sebagai penabur. Ia menaburkan diriNya sendiri sebagai benih Roh Hayat {Roh kehidupan Kristus} dalam bentuk Firman ke dalam hati manusia, yang dilambangkan sebagai tanah. Pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya dari benih ini tergantung dari jenis tanah di mana benih itu jatuh.

Di dalam Matius.13:1-23. diceritakan ada 4 macam tanah di mana benih itu ditabur.
1. Benih yang jatuh ditepi jalan, tanahnya keras karena lalu lintas yang lewat. Hati yang dikeraskan oleh lalu lintas dunia yang tidak dapat terbuka untuk memahami atau mengerti perkataan Kerajaan. Benih adalah Firman Kerajaan. Burung lambang dari roh jahat.

Ay. 4,9  Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebab yang bertelinga, hendaklah ia mendengar.
Wahyu 18:2,4  Ia berseru dengan suara yang kuat, sudah runtuh, sudah runtuh Babil, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyian semua binatang yang najis dan yang dibenci. Lalu aku mendengar suara lain dari surga berkata, Pergilah kamu, hai umatku, pergilah dari hadapannya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa–dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya

2. Tanah yang berbatu-batu yang tidak banyak tanahnya lambang dari tanah hati yang dangkal dalam menerima perkataan–perkataan Kerajaan atau orang Kristen yang tidak memperoleh pengertian Firman karena tidak memperoleh kesempatan mendengarkan.



a. Ada gereja yang hanya menciptakan pembodohan jemaat, hanya diajari kegiatan tanpa mendapatkan roh yang memberi hidup Hayat Kristus dalam pemberitaannya.
b. Hati umat tetap menyimpan dosa tetap tersembunyi dibawah kekuasaan hukum dosa dan hukum maut. Yang ada keinginan pribadi, penuntutan pribadi, iba diri, yang menghalangi benih itu berakar dalam hati.
Matahari lambang penderitaan dan penganiayaan. ay. 21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Matahari harus jadi fungsi pertumbuhan dan pematangan tanaman.

3. Semak duri lambang kekhawatiran zaman dan tipu daya kekayaan. ay.22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekhwatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Orang percaya dituntut tanggung jawab dan berkewajiban terhadap pusat dari kerajaan Surga. Tuhan menantikan tanggung jawab dan kewajiban kita karena Tuhan telah memberikan kepada kita yang telah dilahirkan oleh ALLAH kunci kerajaan Surga.

Matius 16:19. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kau ikat didunia ini akan terikat di Surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di Surga.

Tanggung jawab kita melepaskan di dunia terlebih dulu sebelum DIA melepaskan Surga. DIA menginginkan lebih dulu kita mengikat di dunia sebelum DIA mengikat surga.

Surga tidak akan memulai apa-apa sebelum orang percaya punya tanggung jawabnya. Kunci telah diberikan pada waktu kita percaya pada firman yang diberitakannya. Jadi surga juga menantikan kita yang percaya. Kita berkewajiban melakukan perintahNya baru janjiNya digenapkan atas kita. Kita tidak dapat menambahkan kekuatan ALLAH tetapi kita dapat menghambatnya. Kita tidak dapat memperbesar kuasa ALLAH tetapi dapat menghalang-halanginya kita juga tidak dapat berdoa agar ALLAH melakukan hal-hal yang ALLAH tidak ingin lakukan.

Ay. 11. Kalau kepada kita kaum pilihanNya DIA memberikan ungkapan rahasia Kerajaan Surga ini adalah karunia ALLAH dalam pemberitaan sehingga kita dapat mendengar apa yang harus kita dengar, melihat apa yang harus kita lihat. Banyak orang telah menjadi orang Kristen tetapi tidak memperoleh pemahaman ataupun pengertian karena tidak memperoleh kesempatan mendengar tentang apa yang harus dia dengar agar Roh Hayat KRISTUS menjadi Hayat nya, karena tidak diberitakan oleh gereja dimana ia beribadah makanya ia tidak tahu ada Roh Hayat Kristus dapat membebaskan dirinya dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab itu banyak orang Kristen hanya mejadikan dirinya sebatas menjadi golongan orang banyak yang tanpa jaminan ALLAH dalam KRISTUS YESUS.



Matius 13:13-15. Itulah sebabnya Aku berkata–kata dalam perumpamaan kepada mereka karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Jadi, pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi Kamu akan mendengar dan mendengar namun tidak memahami. Sebab hati bangsa ini telah menebal dan telinganya berat mendengar dan matanya melekat tertutup supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Bila nubuat ini terjadi bagi orang banyak pada waktu itu maka akan terulang kembali pada generasi gereja pada zaman moderen ini. Gereja tidak lagi memberitakan Roh yang memberi hidup yang mensuplay pada jemaatnya tetapi hanya membangun mental yang menggebu-gebu dan banyaknya kegiatan keagamaan yang hanya membangun citra hidup beragama tanpa mempedulikan hukum kehidupan atas kemerdekaan dalam Kristus yang mampu memerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut. Justru ajaran moral dalam perjanjian  lama yang di bebankan agar orang Kristen kembali hidup untuk menjadi keledai beban yang hanya memikul beban ritual religius agama saja.

Matius 13:16-17. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat tetapi tidak melihatnya dan ingin mendengar apa yang kamu dengar tetapi tidak mendengarnya.

Jadi bila ALLAH sumber pemberi hidup telah mengkaruniakan kepada kita telinga untuk mendengarkan yang orang lain tidak memperoleh pengertian seperti kita, karna mereka tidak dapat mendengar apa yang harus ia dengar seperti saat ini kita bisa mendengarkan

Wahyu.2:1-7.
Gereja Efesus menyajikan gambaran kesudahan gereja sebermula gereja tahap pertama. Kekurangan Gereja di Efesus

Ay 4. Meskipun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang mula-mula. Meninggalkan kasih yang mula-mula adalah sumber segala kemerosotan gereja dalam tahap selanjutnya. Hanya kasih yang dapat memelihara hubungan kita dengan Tuhan.

Kelebihan Gereja di Efesus ay 2,3. Melakukan pekerjaan yang baik. Berjerih lelah untuk Tuhan. Bertekun atau sabar dalam penderitaan dan menguji atau mencobai rasul–rasul palsu. Tetapi tetap meninggalkan kasih semula. Padahal ia juga membenci apa yang di benci Tuhan. ay.6.Tetapi ini yang ada padamu yaitu engkau membenci segala perbuatan Pengikut-pengikut Nikolaus yang juga Kubenci.

Yang perlu kita ketahui bahwa kelebihan dan kebaikan yang ada pada kita tidak akan dapat menutup kekurangan kita dihadapan Tuhan. Kekurangan akan tetap mejadi masalah yang tetap diperhitungkan olehTuhan, yang menjadi penyebab terbuangnya kita kembali dikemudian hari. Sebab itu Tuhan meminta kelompok minoritas (kelompok tersisa) yaitu orang–orang yang bertelinga yang medengar suara roh.

Ay.7. Siapa bertelinga hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat. Siapa yang menang dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus ALLAH. Banyak orang yang tidak dapat mendengar yang orang lain ingin mendengar tetapi tetap tidak dapat mendengar sampai masuk liang kubur. Bagi orang yang mendengar dan percaya dan menjadi pemenang akan mendapat jaminan dari Tuhan. 



Jaminannya yaitu makan buah dari pohon kehidupan Alhayat di dalam Taman Firdaus ALLAH yang sekarang adalah firman yang telah menjadi manusia Yesus yang telah terpaku diatas salib dan bangkit menjadi Roh yang hidup, menjadi Hayat ALLAH yaitu Kristus Yesus. Yang juga bisa menjadi hayat kita. Dan menjadi suplai hayat sumber kehidupan yang menjamin masuk dalam Kerajaan Kekekalan untuk menikmati Kristus. Yang dimaksud menjadi pemenang, kita harus menang dari apa? Kita harus menang dari peperangan dalam hal kita beribadah dalam hal disiplin waktu disiplin hari yang telah ditetapkan sebagai ketetapan Ordo Allah.
Pdt. Felix Agus Virgianto
Khotbah gereja Minggu tgl. 9 Maret 2008

No comments:

Post a Comment

Post a Comment